Image and video hosting by TinyPic
Home » , , , , , , » Ubah Diri Sebelum Dunia

Ubah Diri Sebelum Dunia

Written By Unknown on Minggu, 14 September 2014 | 17.46

Lilik Masruroh


Perubahan selalu terjadi pada diri kita , karena setiap saat waktu terus berubah , waktu terus berjalan tanpa pernah terhenti sedetik pun . Setiap waktu yang kita lewati adalah saat terpenting dari hidup kita, hidup orang-orang di sekitar kita. Waktu yang terlewati itu tak akan pernah bisa kembali lagi ke masa lampau , mundur sejenak atau pun berhenti sejenak. Maka Allah begitu menghargai waktu yang seperti tersebut dalam firmanNya di surat Al Asr . Dalam surat tersebut Allah bersumpah demi waktu , sesungguhnya kita termasuk orang-orang yang merugi kecuali orang-orang yang beramal shaleh dan saling menasihati dalam kebenaran .
Berlandaskan hal tersebut di atas maka wajiblah kita berubah menjadi lebih baik, karena waktu tak kan pernah terulang, kita sangatlah rugi bila tidak mengikuti perubahan ke arah yag lebih baik, ke arah yang lebih indah dan selalu menuju kebenaran. 


Sebagai seorang guru yang tugas utamanya mendidik generasi bangsa, generasi umat manusia menjadi insan kamil, tentu berubah itu wajib hukumnya. Mengajak dan memotivasi anak didiknya untuk berubah ke arah lebih baik juga menjadi tanggung jawabnya. Generasi muda adalah anak-anak negeri ini, anak bangsa , anak alam raya ini yang akan menjadikan dunia ini menjadi lbh baik , atau mungkin menjadi hancur. Guru memiliki peran yang sangat besar dalam penghancuran atau perbaikan.

Seorang guru adalah agen perubahan , pengubah paradigma siswanya, pengubah sistem managemen di kelasnya atau pun di lembaga tempatnya mengajar, bahkan seorang guru memiliki peran yang luar biasa dalam mengubah paradigma, perilaku , ketrampilan , pengetahuan dan sikap anak didiknya.

Ada yang mengatakan guru digugu dan ditiru . Ini mudah sekali dikatakan tapi luar biasa sulit dilakukan . Kalimat sederhana digugu dan ditiru mengandung makna " keteladanan" . Seorang guru selayakanya bisa menjadi teladan bagi anak didiknya, menjadi teladan bagi sejawatnya , juga menjadi teladan bagi semua yang menganggap dia 'guru ' .

Menjadi teladan memang tidak mudah tetapi bukan berarti tidak bisa di lakukan. Coba kita batasi saja keteladanan di kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung, Guru mesti memberi teladan datang di kelas tepat waktu, karena tidak mungkin kita mengajak siswa disiplin waktu kalau ternyata kita sering sekali terlambat masuk kelas. Hal lain lagi mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran , misalnya perangkat mengajar. 

Guru tanpa perangkat bagaikan penebang kayu tanpa kapak dan gergaji, tentu tidak bisa melakukan tugas dengan baik, efektif dan efisien . Guru mesti mengenali anak didiknya dan segala keunikannya, hal ini dilakukan agar tahu strategi apa yang tepat dan cocok untuk mengolah anak didik mengantar membawa ke kondisi yang lebih baik seperti yang ada dalam visi dan misi. Guru mesti mengenali tipe belajar siswanya sehingga bisa memahami keunikan masing-masing siswanya dan agar bisa bertindak dengan tepat.

Kita sering mau didengarkan anak didik tapi kita tidak mau mendengarkan mereka, kalau kita sebagai guru bisa berpikir berbalik , kita dengarkan mereka, dan kita cari strategi yang tepat untuk mencover keinginan mereka dalam belajar, maka tidak ada lagi anak didik yang bermalas-malasan ketika belajar. Misalnya membuat media belajar yang membuat siswa aktif melakukan sesuatu terkait dengan materi pelajaran . Bila kita bisa seperti itu , anak didik pasti bahagia karena merasa diajak aktif bekerja .

Memberi pelajaran yang bermakna, jadi bukan pelajaran ansich, yang anak didik tidak merasa itu penting bagi hidupnya . Kita pun mesti berubah dan bisa menggali makna dari setiap materi pelajaran untuk kebermaknaan dalam kehidupan siswa baik saat ini atau pun di kemudian hari.
Perubahan lain yang harus dilakukan seorang guru adalah dalam membimbing siswa. Mengajak berjalan seiring memahami ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari . Dalam hal ini kita menerapkan prinsip ing madya mangun karsa. Dalam mendidik siswa. 

Menjadi guru di kelas kita juga perlu berada di posisi sebagai anak didik, sebagai teman mereka, menempatkan posisi dalam kemampuan berfikir dan pemahaman mereka, kita turunkan diri kita menjadi satu tingkat bersama anak didik dengan tujuan agar kita mudah membawa mereka ke dunia kita , ke dunia ilmu pengetahuan yang semula asing bagi mereka.
Misalnya ketika anak didik kita kesulitan mengomentari sebuah sajian gambar kita bisa berpindah tempat duduk , duduk bersama mereka dan kita berperan sebagai siswa, yang memberikan komentar juga terhadap gambar yang telah disajikan. Dengan bertindak seperti itu siswa akan lebih mudah mencontoh , dan secara tidak langsung kita telah membimbing dan menyemangati mereka untuk melakukan perubahan dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mampu menjadi mampu , dari sulit menjadi mudah .

Prinsip ketiga dalam mengubah kebiasaan untuk menjadi lebih baik adalah kita sebagai seorang guru , mesti bisa menjadi motivator " tut wuri handayani " mengikuti keinginan siswa dan terus memberikan dorongan ketika mereka mulai kelelahan.

Guru adalah tim dalam suatu kelas. Kadang menjadi leader di tim , kadan menjadi badan di tim bahkan kadang menjadi ekor. Dalam membangun tim di kelas kita perlu meniru bangsa unggas . Mereka semua bergerak bersama menju arah dan tujuan yang sama. Membentuk huruf V. Guru berada diujung sebagai panutan, Tetapi ketika ada kelompoknya yang kelelahan, guru mesti berpindah ke belakang membentuk kelompok dengan beberap anggota tim yang kelelahan dan berjalan lambat, untuk berikutnya memandu dan membimbing mereka menyusul tim yang sudah berada di depan. 

Dalam tim tersebut angsa-angsa itu berkotek sepanjang perjalanan. Ini membuat mereka senang , bahagia., dan semangat. Jadi kelas yang kita jadikan tim kita adalah kelas yang ramai, dengan suara mereka, kelas yang dinamis karena selalu bergerak , kelas yang menyenangkan karena mereka belajar menuju perubahan dan berubah menjadi lebih baik bersama gurunya, gurunaya adalah panutanya, gurunya adalah sahabatnya , gurunya adalah orang yang dicintai sekaligus dikagumi.

Dari uraian di atas ada beberapa hal yang mesti kita ubah dalam diri kita 
1) keteladanan, 
2 ) kemitraan 
3) motivasi diri dan kita menjadi motivator, 
4 ) integritas. 
5) Habit 
6) orientasi bekerja menjadi guru adalah ibadah. 
7. Selalu menambah pengetahuan ( mengasah gergaji ) 
8. Memberikan win win solution pada semua permasalahan siswa baik di kelas atau pun di luar kekas, 
9 . Menyadari bahwa semua sedang dalam proses menjadi .
10. Menjadi pendingin dikala siswa kebakaran dan menjadi api dikala siswa kedinginan atau basah kuyup . 




Sepuluh perubahan itu dimulai dari diri sendiri , saya sebagai guru , saya sebagai pendidik , saya sebagai orang tua anak didik di kelas dan di sekolah , saya sebagai anggota lembaga pendidikan . Berubah dari sekarang. Karena setiap waktu yang terlewati tak pernah terulang .












Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar