sekolahguruprima.org-Bahagia adalah kata yang paling sering dimasukkan dalam doa dan
harapan, tetapi sudahkah kita merasakan bahagia yang sesungguhnya? Para
ilmuwan mengamati dan mewawancarai orang-orang bahagia dan menemukan rahasia mencapai kebahagiaan.
Ada hal-hal nyata yang membedakan orang-orang berbahagia dengan orang
lain pada umumnya, dan hal itu bukan uang, kecerdasan, usia, jenis
kelamin, atau ras.
1. Hubungan yang kuat
Hanya satu hal yang bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa bahagia,
yakni hubungan sosial yang kuat. Mereka yang memiliki hubungan yang
dekat dengan pasangannya, keluarga, atau sahabat, mengaku sangat
bahagia.
“Kemampuan untuk mencintai dan dicintai adalah faktor penting untuk
merasakan bahagia,” demikian kesimpulan para peneliti dari Universitas
Harvard. Karena itu, jika Anda juga ingin berbahagia, luangkan waktu
lebih banyak bersama orang-orang tercinta.
2. Melakukan lebih banyak
Orang yang paling berbahagia adalah mereka yang sibuk, tetapi tidak
merasa diburu-buru. Pekerjaan yang terlalu banyak memang bisa membuat
stres, tetapi tidak melakukan apa-apa sampai bosan bisa menjadi beban
dalam hidup.
Cara terbaik untuk menghindari stres dari pekerjaan sebenarnya adalah
melakukan sesuatu yang kita sukai. Kenali kekuatan yang menjadi ciri
khas kita, misalnya kreativitas, rasa ingin tahu yang besar, kebaikan,
senang belajar, dan lain sebagainya, lalu manfaatkan talenta ini untuk
mendapatkan kebahagiaan.
3. Jangan mengerjakan sesuatu yang dibenci
Karl Pillemer dari Universitas Cornell mewawancarai hampir 1.500
orang berusia 70-100 tahun mengenai pelajaran hidup dalam pernikahan,
pola asuh anak, dan kebahagiaan. Hampir mayoritas menjawab salah satu
kunci hidup bahagia adalah jangan bertahan dalam pekerjaan yang tidak
disukai.
“Menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam pekerjaan yang tidak disukai
adalah resep untuk penyesalan dan kesalahan besar,” tulis Pillmer dalam
bukunya “30 Lessons for Living: Tried and True Advice from the Wisest
Americans”.
4. Rencanakan kebahagiaan
Bersikap pasif dan menunggu kebahagiaan datang akan membuat Anda
kehilangan kesempatan. Rencanakan sesuatu yang membuat Anda bahagia.
Terdengar sederhana, tapi tak banyak orang yang melakukannya. Cari
sesuatu yang membuat Anda bahagia lalu masukkan ke dalam agenda untuk
dilakukan segera.
5. Kebahagiaan bukan segalanya
Kebahagiaan adalah kata yang samar. Kita butuh perasaan bahagia,
tetapi kita juga butuh arti dalam hidup. Para ahli psikologi
mendefinisikan bahagia adalah perasaan yang timbul dari mendapatkan
sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan, bisa dari orang lain atau dari
menggunakan uang.
Sebaliknya, memiliki makna (meaningfulness) berkaitan dengan
melakukan sesuatu yang mengungkapkan dan mencerminkan diri kita.
Biasanya ini timbul setelah kita melakukan sesuatu yang positif untuk
orang lain. Misalnya saja menolong orang lain.
Dengan kata lain, kebahagiaan lebih dikaitkan dengan mendapatkan
sesuatu, sementara memiliki makna terkait dengan memberi sesuatu.
6. Memberi, tetapi tak membuat sakit
Memberi membuat kita lebih bahagia dibanding menerima. Bahkan, hal
tersebut akan menghasilkan efek yang lebih besar pada kebahagiaan dalam
hidup. Meski begitu tetap sesuaikan dengan kemampuan diri. Menyerahkan
diri terlalu penuh justru berdampak negatif.
Dalam dunia kerja, orang yang bekerja mati-matian justru merasa stres
dan mengalami konflik antara pekerjaan dan keluarga. Hal yang sama
terjadi dalam pernikahan. Orang yang tidak bisa menjaga keseimbangan
antara kebutuhannya dan kebutuhan pasangannya cenderung lebih stres dan
tidak bahagia.(inspirasi)
.jpg)
