![]() |
| www.uakron.edu |
Saya mengajar di sekolah SMK PGRI 1 Pasuruan sudah hampir 7 tahun, dan memang mengajar itu seperti menanam pohon walau dengan jenis yang sama namun jika ditanam pada media dan tempat yang berbeda maka perlu perlakuan yang berbeda.
Demikian juga dalam penemuan metode yang terbaik
dalam mengajar pada satu kelas berbeda dengan kelas yang lain apalagi dalam
hubungan interaksi dalam kelas tersebut. Setelah mengikuti SGP ke-2 yang di
bimbing oleh Ibu Ana Kiptiyah saya lebih terbuka mata dan hati saya bahwa
mengajar bukanlah hanya menyampaikan materi, tetapi harus menyelami sepenuh
hati karena mengajar bukan hanya bertujuan mengantarkan ilmu tetapi seluruh
aspek yang berkait dengan suksesnya ilmu itu disampaikan.
Satu hal yang perlu
saya petik dan coba akan saya terapkan adalah kesabaran dan mencoba memahami
akar permasalahan siswa apabila siswa melakukan kesalahan. Memang sangat sulit
bersabar atas satu kelas siswa berjumlah kurang lebih 25 siswa berarti seorang
pendidik harus mengayomi dan memahami 25 jiwa dan kemauan mereka dalam sekali
sesi pertemuan dan kemudian beralih ke 25 siswa kemudian guna mensukseskan
mendidik baik ilmu maupun budi pekerti ke siswa.
Memang terasa berat, namun
saya akan berusaha karena memang itulah hakekat mendidik, tidak hanya
menghabiskan waktu namun lebih dari itu menikmati waktu sehingga siswa merasa
nyaman dan dapat menyerap pelajaran dengan menyenangkan. Saya akan berusaha,
terima kasih untuk SGP. Lanjutkan
menggali potensi dalam diri para guru, menuju guru yang profesional
sesungguhnya.

