Image and video hosting by TinyPic
Home » , , , , , , , » Guru Prima Harapanku

Guru Prima Harapanku

Written By Unknown on Kamis, 11 September 2014 | 01.43

http://stat.ks.kidsklik.com


Kata guru, digugu dan ditiru ,atau kalau minggu turu. Saya cenderung dengan ungkapan yang pertama, karena guru adalah profesi yang mulia dan menjadi panutan di masyrakat. Seiring berjalannya waktu profesi guru sekarang mengalami kejayaan dan banyak diminati kalangan muda, kalau saya telusuri mungkin ada beberapa alasan memilih profesi ini, yang pertama ingin mencerdaskan anak bangsa atau mengabdi, yang kedua ingin mengejar tunjangan sertifikasi, yang terakhir mungin keputusasaan karena sulitnya mencari kerja sehingga pilihan terakhur jatuh pada profesi guru.


Fenomena di atas harus disikapi secara bijak, bahwa profesi guru bukanlah profesi yang mudah,tetapi perlu keterampilan, dedikasi, dan penjiwaan yang lebih. Pengalaman sebagai guru yang telah saya alami selama 18 tahun kiranya belum cukup membuat puas. Mengikuti Diklat untuk meningkatkan professional guru juga belum cukup untuk meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Materi diklat berhamburan bagai debu di musim kemarau, tak membekas sedikitpun.

Harapan untuk menjadi guru prima saya yakin ada dibenak teman-teman guru, hanya memulai dari mana itu mungkin yang menjadi pertanyaan besar. Dalam hati ini ada niat besar untuk menjadi guru yang prima, tapi timbul lagi pertanyaan criteria guru yang prima yang bagaimana. Karena masyrakat menilai bahwa guru berhasil itu jika anak didiknya nilainya di atas 8,9 bahkan 10, itu yang menyebabkan kita hanya mengejar angka, atau guru prima itu yang berdasi, bermobil, atau penampilan mewah. 


Guru prima oh guru prima apakah mampu terwujud dalam waktu seumur jagung, atau tidak akan terwujud sama sekali. Sikap pesimis kadang-kadang muncul itu manusiawi sekali. Tetapi rasa optimis kembali menyala setelah saya terpilih sebagai salah satu perserta Sekolah Guru Prima, yang dilaksanakan oleh sekolah. Kurang tahu alasan sekolah memilih saya, apakah saya kurang prima atau sudah prima, hahahahha, hanya Alloh yang tahu, tetapi saya merasa bahwa saya belum prima, sehingga sekolah memilih saya untuk masuk SGP.

Pertanyaan itu mungkin dirasakan teman-teman pesserta yang lain, mengapa yang dipih kok Cuma 17, mengapa kok tidak 34 atau semua guru. Berarti sisanya prima sehingga tidak perlu masuk SGP, apapun alasannya saya bersyukur bisa masuk SGP, apalagi pematerinya prestisius, tempatnaya juga oke ditambah gratis dan dapat uang saku, hahahaha,

Setelah mengikuti materi SGP, harapan-harapan menjadi guru prima mukai menyeruak dalam hati, harapan kembali bersemi, semoga harapan dan angan dapat terus bersemi dalam SGP. Semoga SGP bisa membawa perubahan yang besar bagi guru SMK PGRI 1 Pasuruanm sehingga SMK PDRI 1 pasuruan semakin jaya dam maju, dan teman-teman SGP bisa mentransfer ilmu yang didapat ke teman yang lain 





Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar